LANGKAT.NIHMEDAN.CO – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, memastikan kebutuhan warga terdampak banjir di Kecamatan Besitang terpenuhi melalui koordinasi lintas sektor, evakuasi, penyaluran bantuan logistik, dan pelayanan kesehatan pada Senin (12/10/2026).
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kabupaten Langkat, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Besitang meluap dan merendam sejumlah wilayah. Hujan deras juga meningkatkan debit serta derasnya arus Sungai Salapian hingga mengikis tanah penyangga jembatan di Desa Ujung Teran, Kecamatan Salapian.
Di Kecamatan Besitang, banjir merendam Desa Sekoci dengan ketinggian air mencapai 100–150 sentimeter, Desa Arasnapal 50–100 sentimeter, serta Kelurahan Kampung Lama 10–30 sentimeter. Sementara itu, di Kecamatan Salapian, hujan deras berdampak pada tembok penahan tanah pondasi jembatan di Desa Ujung Teran.
Data sementara BPBD Langkat mencatat sebanyak 719 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Rinciannya meliputi Dusun Sejambu sebanyak 220 KK, Dusun Sidodadi 240 KK, Dusun Pantai Pulau 75 KK, Dusun Suka Ramai 114 KK, dan Dusun Sekoci 70 KK. Hingga laporan disampaikan, belum terdapat korban jiwa akibat bencana tersebut.
Untuk mengamankan warga terdampak, posko pengungsian dibuka di empat lokasi, yakni Posko Dusun Sekoci yang menampung 40 KK, Posko Dusun Sidodadi 80 KK, Posko Dusun Suka Ramai 120 KK, dan Posko Dusun Sejambu 30 KK. Selain itu, sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama mengungsi di Masjid Raya Besitang yang berada di depan Puskesmas Besitang. Sementara itu, sekitar 70 warga Desa Sekoci mengungsi di madrasah yang berada di Dusun Sekoci.
Berdasarkan hasil pemantauan tim BPBD Langkat pada Senin (12/10/2026) sore, ketinggian air di Desa Sekoci mulai surut. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Langkat, Ansyari, menyampaikan bahwa perkembangan tersebut diketahui berdasarkan pemantauan langsung tim di lapangan. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi serta memastikan keselamatan warga terdampak.
Dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat, BPBD Langkat berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat untuk melaksanakan evakuasi, mendata dampak bencana, serta menyalurkan bantuan logistik. Personel juga disiagakan di Posko Pusdalops untuk memantau perkembangan situasi dan mendukung koordinasi antarinstansi.
Dukungan logistik telah disalurkan secara bertahap kepada warga terdampak. Pada Minggu (11/10/2026), tim BPBD Langkat menyalurkan bantuan berupa 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng untuk para pengungsi di Kecamatan Besitang. Selanjutnya, pada Senin (12/10/2026), BPBD Langkat kembali menyalurkan bantuan berupa 50 karung beras dan 50 kotak mi instan bagi pengungsi di wilayah yang sama.
Pada hari yang sama, Dinas Sosial juga menyerahkan bantuan logistik kepada Camat Besitang. Bantuan tersebut terdiri atas 30 karung beras dengan berat masing-masing 10 kilogram, 30 kotak mi instan, 30 papan telur, 150 paket pakaian anak, 100 stel pakaian bayi, 200 potong pakaian dewasa, 75 selimut, 30 paket family kit, 30 paket kidsware, dua kotak makanan anak, tiga kotak makanan siap saji, 10 tenda gulung, dan dua unit tenda prisma.
Seluruh bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang masih berada di lokasi pengungsian. Pemerintah Kabupaten Langkat terus berupaya memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan warga selama masa tanggap darurat.
Selain bantuan logistik, pelayanan kesehatan juga diberikan kepada masyarakat terdampak banjir. Puskesmas Besitang mengerahkan tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan secara bergerak atau mobile di sejumlah lokasi pengungsian, termasuk Masjid Raya Besitang dan madrasah di Desa Sekoci.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan pada warga terdampak adalah batuk dan pilek. Namun, pelayanan kesehatan di Desa Sekoci masih menghadapi kendala distribusi obat karena akses jalan belum dapat dilalui akibat banjir. Untuk sementara, bidan Pustu yang bertugas di wilayah tersebut menggunakan persediaan obat yang tersedia di rumahnya guna membantu memenuhi kebutuhan pengobatan warga.
Sebagian tenaga kesehatan di Kecamatan Besitang juga turut terdampak banjir. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan melalui pembagian tugas antara tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan dan Puskesmas Besitang yang beroperasi selama 24 jam.
Pemerintah Kabupaten Langkat melalui BPBD, Dinas Sosial, jajaran kecamatan dan desa, serta tenaga kesehatan terus bersinergi dalam penanganan dampak banjir. Upaya tersebut difokuskan pada keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar, penyaluran bantuan, dan keberlangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak hingga kondisi berangsur pulih.(***)







